Selasa, 26 Juni 2012

Kamu sudah Move on?

*tulisan ini sebenerya sudah lama nangkring di draft, baru sempet keposting aja*
*dan ini postingan yang panjang*

Coba move on dari seseorang itu segampang bayar makan di kantin perpus pake uang pecahan berapapun
*perumpamaan yang aneh*

Kalau banyak orang bilang aku nggak mau move on, sebenernya salah
Aku berusaha kok
Berusaha keras malah
Sekeras-kerasnya, bahkan mungkin lebih keras dari yang mereka pikirkan
Tapi aku masih belum berhasil

Move on, bukan hanya berhenti memikirkan seseorang atau sesuatu, tapi juga mampu mengalihkan pemikiran dari seseorang atau sesuatu yang lama ke seseorang atau sesuatu yang baru, yang jauh lebih baik dari yang lama.
Jadi menurutku, move on bukan hanya tentang melupakan, tapi menemukan yang baru.
Mungkin banyak yang tak sependapat, tapi, itulah pendapatku.

Aku sudah berusaha, berusaha untuk melupakannya, melupakan semua kebaikan dan mengingat semua kesalahan yang mungkin pernah dia lakukan
Tapi itu sulit
Saat semua orang menyuruhku untuk membuka hatiku untuk orang baru
Jangan bilang aku tak pernah menyobanya
Meski berat, aku pernah menyobanya
Kenapa aku bilang berat? Karena orang terakhir yang menyuruhku membuka hatiku yang masih terluka kala itu, juga kamu
Jadi tiap aku berusaha membuka hati, yang ada aku semakin teringat tentangmu
Tapi aku tetap berusaha untuk berjalan ke depan, bukan kekanan dan kekiri
*berasa jadi mrs. Crabs*

Move on
Apa memang berarti harus melupakan semua tentang seorang?
Apa memang berarti kita ndak boleh temenan lagi sama seorang itu?
Jika iya, mungkin memang aku belum bisa move on

*Siap-siap dapet jeweran dari dua sahabat ekstrem saya*
*Kabur ah*

tapi yang harus juga diingat oleh orang-orang yang mengaku sudah move on adalah, kisahku berbeda dengan kisahmu
yang kurasakan berbeda dengan yang kau rasakan
mungkin kamu bisa bilag realistis, tapi yakia a kamu juga realistis?

kisah dan perasaan
mungkin ini yang bikin orang gagal move on
tapi ndak berarti kalo tiap ketemu dia kita selalu mojokin dia suruh move on juga kali
sama kayak belahar matematika, mungkin bagi orang yang memang pintar dan gampang belajar, dia akan bilang soal logaritma itu gampang, tapi bagi orang lain, bisa aja itu adalah soal tersulit yang pernah ada
ingatlah hukum kalau orang hanya ahli dalam satu bidang saja
ya mungkin bagi seorang yang berhasil move on, move on itu gampang, tapi ndak berarti gampang juga dilakukan oleh semua orang
iya kalo kisahmu ndak sedalam isah orang itu, saayangmu ke orang ndak sesayang mereka ke orang itu
just look from another point of view
mereka yang masih gagal move on bukan mereka yang ndak bisa move on kok,. tapi mereka yang masih berusaha untuk move on tapi belum berhasil
jadi jangan mojokin orang yang masih berusah move on itu dan memaksa mereka move on dengan caramu, karena meski mungkin kamu berhasil dengan caramu, belum tentu mereka juga berhasil dengan cara itu
dengarkan dulu kisah mereka, rasakan dulu yang mereka rasakan, barulah paksa mereka move on dengan cara yang mungkin bisa lakukan.
terkadang ada cara simple yang bisa bikin orang move on kok
intinya sih biarkan dia menenangkan diri dan temani dia pas dia merasa bener2 masa lalu membayanginya, ingatkan dia bahwa dia hidup bukan untuk memperbaiki masa lalu, tapi untuk merencanakan masa depan yang indah.
saat dia masih saja belum bisa move on, sadarkan dia bukan hanya untuk mengajaknya berfikir kalau masa lalunya sudah punya masa depan yang indah tanpa dia, tapi ajak juga dia menikmati kehidupan yang sekarang, yang juga indah tanpa masa lalunya.
yakikan dia kalau masa lalu yang pahit itu bukan untuk dilupakan, tapi untuk dikenang dan dijadikan pelajaran agar tidak terjatu lagi di tempat yang sama
dan saat dia masih ingin berenang dalam kegalauannya sendiri, biarkanlah, bukan menyetujui orang bergalau lama-lama, tapi orang punya waktu tersendiri dan beda2 untuk galaunya itu.
nanti toh jikalau dia sudah menemukan orang atau hal baru yang bisa ngalihin perhatiannya dari masa lalunya, dia juga move on sendiri kok
jadi, nikmati aja peran kita untuk membuatnya tersenyum di tengah ke-galau-annya, bukan membuatnya berhasil move on.
move on itu pilihan dia kok, jadi ya biarkan dia yang memilih untuk move on atau tidak.
Kita hanya perlu menepok jidatnya saat ketidakmoveonnya dia itu bikin dia ga jalan, itu paksaan kita harus menegurnya sekeras-kerasnya!
bahkan mungkin sampe dia musuhin kita
biarin wes dia musuhin kita karena teguran kita yang terlalu keras, tapi suatui saat dia akan sangat berterimakasih pada kita karena kita membuatnya tidak berhenti di tengah jalan.

Yang paling penting adalah jangan maksain orang untuk move on secepat kita bisa move on, kita itu beda satu sama lain dan jangan salah ngartiin move on. Move on itu berarti bergerak, iya, dia tetap bergerak setalah pengalaman pahit di masa lalunya karena seseorang, bukan dia melupakan orang yang telah membuat masa lalunya pahit.

 

Tidak ada komentar: