Sabtu, 03 November 2012

Surprise Oktober #part1



R U OK?
Im not sure

Aku nggak merasa baik, tapi aku harus memastikan kalau aku sedang dalam keadaan baik, kenapa?
Karena sekitarku tak membutuhkan aku dalam keadaan nggak baik

Oktober ini, terlalu banyak surprise yang kudapet
Surprise yang bener-bener bikin aku terkejut sampe speechless ato malah sampe ga bisa gerak, dan semuanya menyangkut hati

Pengennya si berentiin waktu bentar aja, ato kalo waktunya ga mau berenti, akunya yang diem untuk merenung sebentar, memikirkan apa saja yang sudah dan yang belum kulakukan, menata hati agar merasa tak tersakiti dan membangun semangat dan harapan baru
*sumpah yang terakhir itu lebay*

Ndak si, intinya aku hanya ingin mencoba mengurangi pengucapan kata, coba aja, kalau saja, andai,  dan sejenisnya

Mulai surprise pertama yang kudapet sampe sekarang, sebenernya pengen banget curhat lewat tulisan, tapi saking speechless nya, ato malah saking banyak pikirannya sampe ndak bisa nulis apa-apa.
Hampir semua tentang kehilangan

Sejak oktober, aku mulai jarang bisa tidur teratur, tidur selalu diatas jam 11 malem, seringnya malah jam 1an, padahal aku orang yang paling nggak bisa kalau nggak tidur, yah keliatan lah gimana bentukanku kalo kurang tidur.

Awal bulan ini dimulai dengan tekad bulatku untuk menjauhi seseorang, aku akhirnya setuju dengan kata dina kalau aku memang harus melawan diriku sendiri dan tidak menyakiti hatiku dengan berharap kepada orang yang seperti itu.
Baru aja bulet tekadnya, orangnya dateng lagi
Dan bodohnya, aku terlalu senang dia datang, meski aku tahu dia bisa kapan aja pergi, bahkan mungkin dalam itungan detik, tapi entah, aku tak bisa meolak rasa senang waktu dia datang, bahkan dia datang dengan keyakinan bahwa dia akan menepati janjinya.
Gimana ga seneng coba, kalo dia nepatin janjinya, ada kesempatan buatku untuk melihat matanya, untuk mengetahui apa yang dia rasakan selama ini, karena mata tak pernah bisa bohong.
Tapi aku tersadar, semakin aku merasa senang, semakin besar pula kesempatanku untuk menangis, karena aku tahu dia tak akan bisa menepati janjinya, karena rasanya juga pasti sudah berubah dan karena dia bukan dia yang dulu.
Bodoh
Iya, aku tahu aku bodoh
Sekeras apapun aku berusaha pergi darinya, saat dia datang, aku masih tak mampu untuk menolaknya
Aku tak tahu kenapa
Yang aku tahu, hanya omongannya yang bisa kuterima tanpa membantahnya

Dan jangan bilang aku tak pernah nyoba ngelupainnya
Aku berusaha keras untuk itu
Aku mencoba membuka hati untuk orang lain, tanpa membandingkan orang lain itu dengan dia, tapi hasilnya, dua orang itu, tak mampu membuatku tenang seperti dia. Jadi seberapa sering dia pergi, saat dia kembali, aku tak mampu untuk menolaknya

Tapi di oktober ini, aku menyadari sesuatu
Jikalau yang terbaik mungkin tak menerimanya kembali
Terlalu banyak kebohongan yang dia buat
Meski aku masih sangat menikmati tiap kebohongan itu, tapi aku tahu, yang namanya bohong, hanya akan menyisakan air mata dibelakangnya
Cukup aku menyakiti hatiku sendiri
Cukup aku mengerti jika dia tak pernah peduli dengan hadirku
Mungkin bener kata indra, semua kisah pasti akan ada akhirnya, dan biarlah aku milih akhir kisahku dengannya seperti ini.
Aku tahu bukan aku yang memiliki hidupku, aku hanya berusaha untuk tidak menyakiti hatiku sendiri, dan beginilah caranya, menurutku, semoga ini memang jalan terbaik.
Mengikhlaskannya
Bener-bener ikhlas melepas sahabat sepertinya
Paling endak, aku juga mengurangi dosanya, dia nggak bakal bohong lagi kan?
Dan untuk seseorang yang menggantikannya
Mungkin abe uda cukup, meski abe ga bisa ngomong si

Makasi untuk kedatanganmu dalam hidupku

Tidak ada komentar: