Senin, 16 Januari 2012

Tegar vs Lebay

Hari ini ada kejadian yang membuka mata saya, ih, kok nggak enak ya kata-katanya, berasa selama ini saya tidur kalo gag buka mata, oke diganti. Hari ini ada kejadian yang membuat saya menyadari sesuatu, bahwa tegar itu ternyata lawan katanya lebay. Pasti akan ada banyak orang yang tidak setuju, begitupun saya sendiri, tapi dengan kejadian hari ini, saya akhirnya setuju dengan kata-kata itu.

Hari ini ada seorang sahabat saya yang bilang kalau kisahnya dengan seseorang berakhir, kalo ga salah si berakhirnya baru beberapa jam yang lalu, lalu dia telepon dan mengatakan itu pada saya, saya pikir dia bakalan nangis ya paling ga sedih lah seharian ini, tapi nyatanya, wow, dalam itungan menit aja sahabat saya itu sudah menyapa saya dengan senyum manisnya. Tak tampak kesedihan sama sekali di wajahnya, ada sih rasa kecewa yang terpancar dari mukanya, namun entah karena dia malu nangis di depan saya (menurut banyak orang, wajah terjelek kita adalah saat nangis, red) atau karena memang dia tak mau menangisi orang yang telah buat dia kecewa itu. Aku kagum padanya, dia bisa gitu dengan mudahnya langsung menerima bahwa memang itu jalan terbaik dari Allah untuknya, kalo aku mah, jaman sakit ati dulu, perlu minimal 4 bulan baru bisa nerima keputusan orang itu. Dan ketika saya mengatakan itu, langsung saja dua orang di sebelah saya berteriak, kamu si lebay!
Dua orang disebelah saya ini tidak saling kenal tapi mereka juga teman dekat saya, kok bisa ya mereka barengan gitu pas ngomong saya lebay? Jangan2 mereka jodoh!:p
#siap-siap dilempar sesuatu

Okeh, balik ke judul, Hah? Apa? Baru sadar saya kal ternyata tegar itu lawan katanya lebay!
#siap-siap dimarahi guru bahasa Indonesia deh

Kata sahabat saya, dia sedih tapi tiap ingin menangis, dia tak sanggup, untuk apa menangis jika orang yang bikin kita ingin menangis sama sekali tidak peduli dengan air mata kita? Untuk apa menangis, jika memang inilah jalan terbaik dari Allah untuk kita? Dan bagaimana bisa saya menangis jika banyak orang disekililing saya, yang menyanyangi saya, berbuat sesuatu yang membuat saya enggan menangis!:)
Huaaaaa, malah jadi saya yang nangis, terharu dengan kalimat itu.
Sahabat saya itu, sama-sama ceweknya, sama-sama “disakiti”nya, dan sama-sama makan nasi bahkan sama-sama pake sepatu yang hiasannya sama dengan saya, tapi bisa gitu dia bilang gitu, padahal saya yang terkenal ndak ada sifat cewek2nya (baca: ndak feminim, red) malah ndak bisa setegar itu.
Bener kali ya, saya memang lebay!:D
#pengakuan

Mungkin memang segala jenis pemutusan hubungan, apalagi secara sepihak dengan alasan yang kurang masuk akal, pasti akan menimbulkan yang namanya luka, dan tiap luka pasti butuh waktu untuk recovery atau penyembuhannya, tapi bukan berarti waktu untuk recoverynya diisi dengan tangisan kan? Jadi untuk apa menangis?
Menurut sebagian orang si kadang tangisan itu justru menguatkan, kenapa, karena dengan menagis dia menunjukkan apa yang dia rasakan saat itu, dan saat kita menunjukkan apa yang kita rasakan, pasti ada rasa lega.
Terus untuk orang-orang macem ini, apa masih disebut lebay kalo mereka masih sering nangis gara-gara ditinggalin oleh pasangannya?
Dan setiap kisah pasti akan berakhir, entah happy ending atau sad ending, apapun endingnya, pasti aka nada hikmah dibaliknya dan hanya keikhlasan yang akan membuatnya bermakna!:)

Dan untuk beberapa teman dan kenalan saya atau siapapun yang membaca tulisan ini, semoga semangat tegar sahabat saya itu bisa menyalur ke kelian semua. Semoga untuk setiap ending kisah yang tak sesuai dari harapan kita, kita bisa bersyukur dan tetap tersenyum menerimanya, meskipun itu sulit adanya. Just trust it, percaya, jika ini memang jalan terbaik dari Allah untukmu, dan meski ada orang yang menyakitimu, yakinlah akan ada banyak orang yang tak ingin melihat kamu nangis. Karena kalo kamu nangis, mukamu tak akan terlihat eksotik, eh? Salah, maksud saya, saat kamu menangisi orang yang sudah tak peduli padamu, itu adalah perbuatan yang sangat amat sia-sia. Dan jangan buang waktumu untuk kegiatan sia-siamu itu. Menangis boleh, tapi jangan terlalu sering, dan saat ingin menangis, ingatlah bahwa orang yang membuatmu menangis, sudah tidak memperdulikanmu, bahkan tak memikirkanmu dan airmatamu itu!:)

Just let it flow, dan percaya jika Allah tak akan memberikan sesuatu yang bukan terbaik untuk kita, atau dengan kalimat yang tidak ruwet, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita, dan kita harus selalu bersyukur untuk itu!:)


8 komentar:

Unknown mengatakan...

aku sempet nangis kok yan tadi,
tapi emang aku tipikal yang ga bisa nangis kalo diliyat orang XD

kronologisnya:
dua butir sebelum aku ktemu kamu,
dan lima belas butir pas kita selesai konferensi tadi,
trus sekitar dua puluh butir setelah sampe rumah,
terakhir dua butir pas baca tulisanmu ini XD

trus tak usahakan sudah,
ndak mau nangis lagi,
lha habisnya masih banyak hal yang harus dipikirin,
sedih emang, tapi aku ngga mau gara2 sedih trus yang lain keteteran,
cukuplah gagal di salah satu hal saja, jangan gagal di yang lain-lain gara2 satu ini :)

ganbatte ne,
mario fans :p

Unknown mengatakan...

Iya ih akhirna kamu sadar kalo kamu adalah si lebay. Tp ucapan dua org temanmu yg disebelahmu itu benar loh. Dan saya juga sepakat sm temanmu yg tegar itu. Walupun sebenarnya saya sama lebaynya dg mu *wkwkwkk*

Unknown mengatakan...

Iya ih akhirna kamu sadar kalo kamu adalah si lebay. Tp ucapan dua org temanmu yg disebelahmu itu benar loh. Dan saya juga sepakat sm temanmu yg tegar itu. Walupun sebenarnya saya sama lebaynya dg mu *wkwkwkk*

Unknown mengatakan...

jadiiiii... ngaku nih kalo lebai juga?
hwahahahahah XD

dhiyan kisno mengatakan...

seeeeeeek
bukan niat menelan ludah sendiri, sesuai dengan pengakuan diatas, saya memang lebay, tapi bukan alay dan lebay2 sejenisnya, karena kelebayan saya adalah berlebihan dalam melupakan sesuatu!:)

ini si mbak sakura HK itu setuju kalo dua orang sebelah saya itu jodoh atau setuju kaloo saya lebay si?
#ambigu!;p

M. Ivan Ariful Fathoni mengatakan...

Tapi kadang hidup tak semudah itu... :D

dhiyan kisno mengatakan...

Hidup memang tak pernah mudah M, kalau kita tidak berusaha. Untuk itu kita dibekali akal dan kekuatan untuk berusaha. Bayangin, dalam keadaan banyak rang, jika kita tidak berusaha untuk mencari udara, kita kehabisan udara dan ndak hidup to?

tulisan ini sebenernya cuma mau ngajakin kita berusaha agar ndak "lebay" si, biar kita mau berusaha segera bangkit dari keterpurukan, seperti senyum dan pikiran sahbat saya itu!:)

tapi semua balik ke usaha diri sendiri si, kalau kita terlena dengan ketidakmudahan hidup, kita akan merasa hidup tetep sulit!:)

Indra Mardiyana, S.Pd. mengatakan...

wah m"f sblmnya...jujur kok rada mbulet ya baca tulisan mu pa q yang memang gak konsen saat baca....cz waktu baca pikiran sdang ngglambyar. :D
emmm bagus kok analisis yang masuk akal. tapi kl dari penjelasanmu itu msih blum bisa untuk membuat sebuah perlawanan makna (antonim). lebih tepatnya itu ke perlawanan peristiwa ja... peristiwa lebay yang seperti ini n peristiwa tegar yang memiliki penyebab sama tapi berbeda penafsiran sikap n ekspresi (tambah mbulet kan....sm q jg)Lanjutlan......