Tanggal ini terjadinya sekali setahun makanya sering disebut hari
istimewa sama banyak orang. Tanggalnya sih setahun dua belas kali, tapi kalau
bulannya Cuma sekali setahun.
Konon katanya 24 tahun yang lalu, ibu saya berjuang untuk membuat saya
bias melihat indahnya dunia ini. Selama ini ibu ceritanya kalau saya lahir di
usia kehamilan yang masih 7 bulan dan lahirnya dalam perjalanan ke ruang
operasi, jadi udah mau dioperasi gitu, eh ternyata sayanya sudah keluar gitu,
alhamdulilah
Lalu malam ini saya nodong ibu untuk cerita kejadian 24 tahun yang lalu,
24 tahun yang lalu, jam 7 pagi ayah saya berangkat ke Surabaya, lalu jam
8 ibu saya control ke rumah sakit, dan langsung nggak boleh pulang sama
dokternya karna katanya saya sudah siap lahir. Kata ibu sih mungkinsalah
ngitung, jadi memang sudah 9 bulan, bukan 7 bulan seperti perhitungan
sebelumnya. Ibu langsung menghubungi ayah, sayanya ndak ngerti ya cara
ngubunginnya, secara jaman dulu ndak ada hape, ndak mungkin juga lewat surat,
mungkin lewat telepati kali ya, dan kata ibu ayah langsung ke rumah sakit.
Ibu yang niatnya memang Cuma control, ndak bawa persiapan apa-apa,
makanya baju dan lain-lain baru dating setelah ayah saya dating, sekitar jam
12an katanya. Ibu mulai mules dan kontraksi teratur sejak jam 10 katanya, lalu
karena kakak saya dilahirkan secara operasi, maka direncakan operasi siang ini,
namun ibu sama ayah masih berusaha saya dilahirkan normal, minta doa banyak orang
kata Ibu. Lalu ayah yang sejak dulu takut yang namanya rumah sakit, masuk rumah
sakit Cuma bawa bedak lalu keluar lagi, jadi ibu jadi sigle fighter, katanya
sih.
Terus akhirnya jam 2 saya lahir, katanya sih pas ibu mau dibawa ke ruang
operasi, jadi bukan dalam perjalanannya, tapi dalam proses menuju kesana,
soalnya kata ayah, ayah masih mau menandatangani persetujuan operasi sayanya
sudah keluar, 3 kilo 52 cm kata ibu dengan perjuangan sekitar 6 jam. Kata Ibu
sih itu sudah lama, karena ngelairin adik saya lebih cepet, tapi ngelairin
kakak saya lebih lama lo
*bangga yang geje
Katanya lagi, pas saya lahir, biaya rumah sakitnya gratis, kalau pas
ngelairin adek saya malah bayar, karena anak ketiga. Mungkin karna itu juga
kali ya saya jadi orang yang hemat, ya entah hemat, medit atau emang nggak
punya yang sih
*ngeles
Lalu ceritanya berlanjut ke tujuh bulan sebelumnya, jadi kebetulannya
saya lahir bulan romadhon, begitu juga kakak saya, tapi pas jaman kakak saya,
ibu saya itu ndak puasa, ndak boleh sama orang-orang tua soalnya. Lalu pas
hamil saya, ibu banyak banget puasanya, ampir ndak pernah bolong katanya, jadi
nama saya ada –na-nya, karena na itu artinya banyak, kata ibu. Lalu ndak minum
obat sama sekali, makanya pas hamil ibu sering banget mual-muntah bahkan sampai
tidur di kamar mandi karna keseringen muntahnya. Mungkin karna ini juga kali ya
saya jadi ndak suka minum obat, karena sejak hamil ibu ndak suka minum obat
*maaf ya Ibu
Ibu juga cerita kalau selama hamil saya, ibu sering banget makan buah
pir, makanya kulit saya mulus dan kuning, padahal orang tuanya item, kata Ibu
si. Padahal sayanya malah lebih bangga kalau item, mirip ayah saya soalnya =D
Buah pir jaman itu harganya 20 ribu sekilo, padahal gajinya ibu Cuma
10ribu per bulan dan ayah 75 ribu per bulan, makanya tiap kali makan sepotong
buah pirnya, ibu sambil ngitung sepotong ini harganya seribu. (masih) kata Ibu,
ndak papalah mahal demi kamu, buktinya kulit kamu bagus kan
Kayaknya keren nih ya buat bahan penelitian, pengaruh buah pir terhadap
warna kulit.
24 tahun kemudian,,,
Hari ini nggak banyak yang ngucapin selamet ulang tahun, kecewa si, tapi
saya yakin kok kalau mereka doain saya meski ndak diucap langsung ke saya
*pede
Tahun ini (masih) Alhamdulilah masih dapat surprise, tahun ini dua orang
cuek yang saya kenal justru ngucapin selamat ulang tahun sama saya, ternyata
mereka cuek yang perhatian, haha
Kalau tahun lalu, nggak ada surprise sih, malah saya yang kasih
surprise, saya pertama kali pakai gamis ke kampus, dan sekelas heboh ngeliat saya,
katanya tumben saya jadi cewek, perasaan saya sejak lahir cewek de
2 tahun yang lalu, lebih keren lagi, pagi saya di bojonegoro, siang saya
main sama temen kantor di Surabaya dan malamnya makan malam sama adek-adek kos
di malang, besok paginya udah kerja aja di jombang, keren kan?
Alhamdulilah masih bias hidup sampai usia 24 tahun, alhamdulilah untuk
semua yang telah diberikan sampai usia 24 tahun ini.
Alhamdulilah masih bias jadi
orang yang kayak sekarang
Banyak yang berubah dalam 24 tahun hidup ini, dan perubahan ini masih
akan berjalan, semoga saja perubahannya akan semakin membaik
Banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan,
Belajar sabar dari setiap penolakan
Belajar ikhlas dari setiap pemutusan
Belajar bersyukur dalam setiap keadaan
Sebenernya saya jarang sekali ditolak, sering nolak malah, another post
kali ya, jadi sekarang setelah penolakan-penolakan yang terjadi, saya belajar
sabar, dan itu ndak mudah lo
Selain ditolak, akhir-akhir ini, sering juga mengalami yang namanya
pemutusan, pemutusan hubungan baik tepatnya, kadang sepihak, kadang dua pihak
juga. Sakit rasanya, tapi saat ikhlas sudah ada, kadang sakitnya mulai tak
terasa.
Dan karena sekarang punya teori keseimbangan, maka sekarang juga belajar
selalu bersyukur dalam tiap keadaan
Ada banyak bagian dalam hidup saya,
Bagian terberat selama 24 tahun ini itu ketika belajar ikhlas, karena
melepas sesuatu yang samapi sekarang masih saya sayangi itu susah, tapi saya
percaya kok, kalau semua pasti ada balasannya.
Bagian tersakit selama 24 tahun ini adalah ketika kenyataan tak sesuai
harapan, tapi sekarang, ketika itu terjadi lagi, sudah tak merasakan sakitnya,
karena InsyaAllah, saya percaya kalau tak ada yang sia-sia, harapan memang
perlu untuk sebuah kehidupan, tapi kita tak pernah tahu harapan itu adalah
jalan terbaik untuk kita atau tidak.
Bagian terbahagia adalah ketika menyadari masih banyak orang yang
menyayangi saya, dengan cara mereka masing-masing
Bagian yang ingin diulang adalah ketika saya kerja di sari husada dulu,
banyak banget pelajaran disana, another post juga kali ya =p
Bagian paling menyenangkan, ndak ada, karena semua menyenangkan, ketika
saya punya adek kos yang bias saya marahi tapi mereka ndak berani marahin saya,
ketika saya punya geng elit, ketika saya punya sahabat ekstrim, ketika saya
menjadi dua orang dari kebiasaan sholat
reminder, ketika saya setahun ndak minta uang sama sekali ke orang tua,
ketika saya mulai menyukai bikin kue dan kukis dan paling penting adalah ketika
saya ada di posisi saya sekarang, jadi bagian dari keluarga ini.
Bagian ternekat adalah ketika saya nyetir mobil sendiri dari
bojonegoro-jombang-kediri-mojokerto dan malang
Bagian paling bodoh adalah ketika 2 tahun galau gara-gara kehilangan
seseorang, bodohnya karena kelamaan sih
Bagian paling konyol adalah ketika saya, ehm entah deh, banyak juga
kayaknya, factor saya geje soalnya
Bagian yang pengen saya perbaiki adalah ketika saya males nggak
ilang-ilang dan ketika saya berusaha jadi cewek yang bener tapi nggak
bener-bener
Bagian yang paling saya suka adalah saya merasa lebih baik 2 tahun ini,
karena merasa nggak keras lagi si
Dan bagian yang paling membuat saya senyum hari ini adalah ketika
sahabat yang cuek itu ngucapin dan doain saya.
Hidup itu belajar, dan sampai sekarang saya sadar kalau saya masih butuh
banyak belajar. Termasuk belajar menerima kalau
tak semua orang sependapat dengan saya, dan juga menerima kalau pendapat
saya belum tentu bener. Karena menurut saya, paling berat adalah menerima kalau
apa yang kita yakini benar atau kita harapkan ternyata salah. Bener sih kalau
kita harus memegang prinsip, harus memperjuangkan pendapat kita, tapi yang
lebih penting adalah ketika kita mampu melihat dari semua sisi dan bener-bener
bias memahami kalau kita belum tentu benar. Hidup bukan semata-mata tentang
kita, hidup juga tentang orang yang berhubungan dengan kita =)